Monday, August 12, 2013

merengkuh puncak gunung gedhe part 3



Dan aku bersama beberapa teman melanjutkan perjalanan ke puncaknya, sedangkan teman yang lain masih berfoto-foto ria. Hahahai pas udah nyampek di tulisan Puncak Gedhe, ada yang jual nasi uduk, pop mie dan teh anget dong :D . emang sih harganya lumayan wow, tapi kata kak Don itu makanan yang paling enak (yaiyalah kan makannya pas laper banget ditambah di puncak 2958 m dpl) . ternyata teman-teman bawa kompor, mereka mau mengurangi beban pas mau pulang :p.
Di puncak gedhe aku pun gak ketinggalan buat foto-foto juga, dengan gaya narsis dan aneh, aku foto di tulisan itu. Dengan sedikit komentar dari pendaki yang lain :D, aku beberapa kali take picture lho :D. Ini lah narsis ku, taraaaaaaa
I dedicated this picture for my lovely mom, dad, sisters and my family

gaya kan gue

Masaklah mereka mie instan yang telah menjadi menu sehari-hari kita selama 2 hari ini (dan pas pulang aku udah muak ama mie) . aku dan kak dona melanjutkan ke sisi lain sepanjang puncak ini. Dan melihat beberapa tenda didirikan disempilan semak-semak. Biar anget kali. di atas emang dingin banget, mulut aja keluar asap, serasa di luar negeri boy :D (lebayyy)
Sempat menikmati detik-detik menjelang matahari tenggelam. Entah aku harus ngomong apa lagi, ini hanya sebagaian kecil dari ciptaanNya yang bisa buat aku merinding saking cakepnya. Melihat matahari di ufuk barat, di antara gerombolan awan yang mengiringi kepergian si matahari, langit yang berwarna kejinggaan. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Hmm, kalimat itu terngiang-ngiang terus di telingaku. Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya (QS 55;17)
Huuu, semakin dekat malam semakin dingin, mulut ku udah ada kayak apinya, ngepul asap mulu. Tapi yang keren, matahari belum tenggelam sempurna, bulan dah keliatan banget. Iuhhh, awan-awan yang ngBentuk yang nyelimuti gunung juga keren. Aku dan kak dona mengekspresikan sesuai dengan imajinasi kita. Ada kelinci, ada orang ada apalahh. Sambil jalan balik, ngelirik ke surken yang stay cool. Aku, kak don dan oli jalan duluan. Ketemu dengan anak cewek kecil yah mungkin masih umur 8 atau 9, udah dipuncak gedhe. Dia lagi dirapiin rambutnya ama bapaknya, duh adek ini, kereen dah. Pengen ntar juga kayak gitu hahahaaa.
Perjalanan turun ini harus lebih ati-ati. Medan yang sedikit terjal dan gelap lagi. Sambil meraba-raba jalan balik, karena ada belokan yang disebut jalur alternatif. Entah kenapa aku bolak-balik terpeleset, emang sedikit capek akuuuh. Jalan di barisan depan dengan tujuan segera tidur di tenda dan pake SB yang anget 
Malam itu, ku tutup lembaran hari ku dengan penuh syukur. Semua kenikmatan ini tak akan bisa aku nikmati tanpa izin dariNya. Semua keindahan itu rasanya ingin ku bawa pulang :D ,terekam di ingatan yang tak akan lekang oleh waktu #eaaa
ini full team


dan ini team 47

yang eni taem 48 :D

ayo guys, puncak lain menunggu kita. di puncak sana, aku merasa berkali-kali lebih dekat denganNya :)

Saturday, August 3, 2013

merengkuh puncak Gunung Gedhe part 2



dan berangkatlah kita semuaa
Jalur yang cukup aman (awalnya) buat pendaki pemula seperti saya cukup membantu walaupun kita berjalan hanya dengan senter yang imut-imut ini. Pada awalnya jalur yang dilewati memang jalur buat jalur wisata, bebatuan ditata rapi, bahkan ada jembatan yang dibuat seperti batang kayu besar yang dengan latar belakang gunung Pangrango. Hmm, malam itu berjalan begitu menyenangkan. Ada rembulan yang lumayan terang, tapi tidak cukup juga menerangi jalan yang emang udah gelap ini. Dan setelah entah berapa jam berjalan, jalur yang dilalui harus sedikit memakan tenaga *huhhah* . leader kita mengintruksikan *asikkan kayak presiden* kita jalan 15menit dan istirahat 5 menit. Tapi pada kenyataannya, mungkin baru berjalan 5 menit dan istirahat 2 menit *si Jack kayak tukang playstation kata anak2* . apalagi dengan kondisi yang lumayan dingin dan leader kita yang experts banget dah jalannya. Tujuan kita malam ini adalah Kandang Badak. Itu semacam tempat camping, yang dibuat tempat persinggahan sebelum menuju puncaknya Gunung Gede atopun Gunung Pangrango. Hmm, aku lupa jaraknya berapa,, sebenarnya pengen menikmati jalan ke atas ini, tapi heu rasa capek membuat pengen semakin cepat sampai, Setelah jauh melewati jembatan itu kami lewat air panas, wow, malam yang dingin ini jadi hot karena lewat air panas ini. Mungkin kalo di salon udah sauna yang sebenarnya enak banget. seandainya suasana lagi nyantai, bisakali kita rebug telur disitu :D
Sambil jalan, kita ketemu dengan pendaki yang lain. Ini yang benar-benar aku suka dari pendakian dan berkesan, sesama pendaki walaupun kita gak kenal, gak pernah ketemu dengan yang lain kita saling sapa, saling kasih semangat *padahal kita tahu, kita semua capeeeeek kalii dan itu seakan-akan hal itu energi tambahan buat yang lain, kita gak sendiri. Kita bisa nyampe puncak itu *begitulah kira-kira. Dan itu adalah salah satu hal yang aku rindukan sangat ketika di sana.
Oh tidaaak, nyampe di kandang badak jam 06.00 segeralah ambil wudhu, shalat pake injury time. Abis shalat aku ngomel-ngomel ke leader aku, kenapa gak bilang ajah kalo tempatnya masih jauh, jadinya kan shalatnya gak pek injury time gini, huhuu. Forget it now, sekarang waktunya beres-beres dan bantu-bantu yang cowok mendirikan tenda. But, tiba-tiba si taufik teriak-teriak ‘si eneng hypotermia’ waduh, segera yang punya jaket dimintai jaketnya, salah satunya aku, aku yang emang dari naik gak pake jaket aku kasihkan jaketnya, dan si taufik pun balik ke tempatnya. Aku pun mempersiapkan buat yang hypo tadi, untung ada tenda yang udah siap satu. Hmm, entahlah apa itu, adeknya udah pake jaket berlapis-lapis tapi tetap aja dia ngerasa dingin. Dan si oli ngomong ke aku ‘pundaknya berat banget, pijetin pundaknya mbak’ . heu, apa-apa’an pula ini, pas si neng udah nyampek langsung di bawa ke tenda yang emang udah siap. Segera aja di selimuti lagii dengan apapun yang bisa di selimutkan dan aku masuk ke tenda aku peluk trus aku bisikkan Kalam Allah ke telinga, sambil menuntunnya agar selalu ingat Allah. Ya Rabbi, jauhakanlah kami dari gangguan setan yang terkutuk.
Pfft. Udahan dari tenda sekarang kumpul bersama yang lain sambil nyiapin makanan. Kasian pada lemes semua. Walaupun Cuma terhidang mie melulu selama  hari itu tapi so fun. Berkumpul dengan yang lain, becanda bareng-bareng sambil cerita-cerita tentang pengalaman yang udah pernah ke gunung macem-macem. Sambil melihat sekeliling kita, ada yang baru turun, ada yang baru dateng dan ada pula yang masih nyaman di dalam tendanya. Setelah puas makan, beberapa dari kami tidur. Planningnya nanti jam 2 kita naik ke puncak gedhe sambil liat sunset dari puncak gunung. Segera menuju tenda dan memejamkan mata. Aku tidur bersama kak don, resa, fatimah dan si nida. Desek-desekan bikin gak bisa gerak tapi menghangatkan tubuh hahhaaaa. Entah kemarin itu aku tidur jam berapa dan bangun jam berapa. Begitu bangun shalat, siap-siap sambil cuap-cuap. Cukup dengan dua carier yang isinya rain coat, minuman, kompor dan makanan :D. Dan beranglatlah kita dengan sedikit kerempongan. Sayangnya ada dua orang yang gak bisa ikut. Huhu sayang  banget. Dan bertujuhbelas kita naik. Seperti peraturan yang sebelumnya, kita jalan 15 menit dan istirahat 5 menit. Dan barisan pun diatur, cewek cowok selang seling.
 Sedikit ringan lho kan gak bawa carier :D. Ternyata jalurnya sedikit ulalaaa. Banyak akar-akar pohon yang menonjol. Ini baru hiking :p. Kalo lagi hiking itu have fun aja pasti menyenangkan, hahaha. Selama diperjalanan kita tetap saling bertegur sapa plus memberi semangat dengan pendaki yang lain. Pas kita lagi berhenti, ada serombongan orang jepang lewat. Mereka hanya bawa daypack yang itu berarti kata teman-teman yang lain, mereka gak ngcamp. Masya allah, ada kakek-kakek yang umurnya 78 tahun kuat naik. Begitu kata pemandunya. Kita Cuma cengok liatnya dan pastinya bikin kita semakin semangat, masa kalah ama kakek-kakek. Di perjalanan naik ini lebih santai, kita masih aja nyempetin buat take some pictures.
salah satunya ini nih

Heu, semakin mendekati puncak, udara semakin dingin dan vegetasi semakin rendah. Di tengah jalan menemukan edelweiss, bunga kebanggaan kelas. Wah cantik ya bunganya, hoho ternyata ke gunung disaat yang tepat. Dan si Hendra pun minta di fot dekat edelweis itu, huu narsis kali si abang ini.

Dan mendekati puncak, bau sulfur udah tercium. Nyampe juga beroooooh. Rasanya puass, pas nyampe udah liat sebuah tenda terpasang. Aku bersama yang lain langsung bergelimpangan di sana. Carier yang udah nyampe udah gak ada air lagi, dan bapak-bapak menawarkan airnya kepada kita. Huaah baik banget si bapak itu. Bahkan kita dikasih dua botol yang masih full. Alhamdulillah, seteguk air menambah nikmatnya mencapai puncak. Dan kita jalan lagi buat mencapai yang benar-benar  puncak. Jalannya berbatu, dari jalan menuju ke puncak melihat Surya Kencana. Di sana padang luas yang di pinggirnya mekar edelweis tempat ngcamp pendaki yang naik dari jalur gunung putri. That’s so beautifull. Banget lah, ngLiat padang rumput yang ditepinya bunga edelweis bermekaran. Beberapa tenda terlihat dari puncak sini, mereka mungkin mau naik ke puncak ini pas lagi sunrise.  Duh Allah, ciptaanMu sungguh luar biasa dan ini Cuma seupil dari kenikmatan yang Engkau berikan.
 
dan perjalanann ke benar-benar puncak pun di mulai
.................