dan berangkatlah kita semuaa
Jalur yang cukup aman (awalnya)
buat pendaki pemula seperti saya cukup membantu walaupun kita berjalan hanya
dengan senter yang imut-imut ini. Pada awalnya jalur yang dilewati memang jalur
buat jalur wisata, bebatuan ditata rapi, bahkan ada jembatan yang dibuat
seperti batang kayu besar yang dengan latar belakang gunung Pangrango. Hmm, malam itu berjalan begitu menyenangkan. Ada
rembulan yang lumayan terang, tapi tidak cukup juga menerangi jalan yang emang
udah gelap ini. Dan setelah entah berapa jam berjalan, jalur yang dilalui harus
sedikit memakan tenaga *huhhah* . leader kita mengintruksikan *asikkan kayak
presiden* kita jalan 15menit dan istirahat 5 menit. Tapi pada kenyataannya,
mungkin baru berjalan 5 menit dan istirahat 2 menit *si Jack kayak tukang
playstation kata anak2* . apalagi dengan kondisi yang lumayan dingin dan leader
kita yang experts banget dah jalannya. Tujuan kita malam ini adalah Kandang
Badak. Itu semacam tempat camping, yang dibuat tempat persinggahan sebelum
menuju puncaknya Gunung Gede atopun Gunung Pangrango. Hmm, aku lupa jaraknya
berapa,, sebenarnya pengen menikmati jalan ke atas ini, tapi heu rasa capek
membuat pengen semakin cepat sampai,
Setelah jauh melewati jembatan itu kami lewat air panas, wow, malam yang dingin
ini jadi hot karena lewat air panas ini. Mungkin kalo di salon udah sauna yang
sebenarnya enak banget. seandainya suasana lagi nyantai, bisakali kita rebug telur disitu :D
Sambil jalan, kita ketemu dengan
pendaki yang lain. Ini yang benar-benar aku suka dari pendakian dan berkesan,
sesama pendaki walaupun kita gak kenal, gak pernah ketemu dengan yang lain kita
saling sapa, saling kasih semangat *padahal kita tahu, kita semua capeeeeek
kalii dan itu seakan-akan hal itu energi tambahan buat yang lain, kita gak
sendiri. Kita bisa nyampe puncak itu *begitulah kira-kira. Dan itu adalah salah
satu hal yang aku rindukan sangat ketika di sana.
Oh tidaaak, nyampe di kandang
badak jam 06.00 segeralah ambil wudhu, shalat pake injury time. Abis shalat aku
ngomel-ngomel ke leader aku, kenapa gak bilang ajah kalo tempatnya masih jauh,
jadinya kan shalatnya gak pek injury time gini, huhuu. Forget it now, sekarang
waktunya beres-beres dan bantu-bantu yang cowok mendirikan tenda. But, tiba-tiba
si taufik teriak-teriak ‘si eneng hypotermia’ waduh, segera yang punya jaket
dimintai jaketnya, salah satunya aku, aku yang emang dari naik gak pake jaket
aku kasihkan jaketnya, dan si taufik pun balik ke tempatnya. Aku pun
mempersiapkan buat yang hypo tadi, untung ada tenda yang udah siap satu. Hmm, entahlah
apa itu, adeknya udah pake jaket berlapis-lapis tapi tetap aja dia ngerasa
dingin. Dan si oli ngomong ke aku ‘pundaknya berat banget, pijetin pundaknya
mbak’ . heu, apa-apa’an pula ini, pas si neng udah nyampek langsung di bawa ke
tenda yang emang udah siap. Segera aja di selimuti lagii dengan apapun yang
bisa di selimutkan dan aku masuk ke tenda aku peluk trus aku bisikkan Kalam
Allah ke telinga, sambil menuntunnya agar selalu ingat Allah. Ya Rabbi,
jauhakanlah kami dari gangguan setan yang terkutuk.
Pfft. Udahan dari tenda sekarang
kumpul bersama yang lain sambil nyiapin makanan. Kasian pada lemes semua.
Walaupun Cuma terhidang mie melulu selama
hari itu tapi so fun. Berkumpul dengan yang lain, becanda bareng-bareng
sambil cerita-cerita tentang pengalaman yang udah pernah ke gunung macem-macem.
Sambil melihat sekeliling kita, ada yang baru turun, ada yang baru dateng
dan ada pula yang masih nyaman di dalam tendanya. Setelah puas makan, beberapa
dari kami tidur. Planningnya nanti jam 2 kita naik ke puncak gedhe sambil liat
sunset dari puncak gunung. Segera menuju tenda dan memejamkan mata. Aku tidur
bersama kak don, resa, fatimah dan si nida. Desek-desekan bikin gak bisa gerak
tapi menghangatkan tubuh hahhaaaa. Entah kemarin itu aku tidur jam berapa dan
bangun jam berapa. Begitu bangun shalat, siap-siap sambil cuap-cuap. Cukup
dengan dua carier yang isinya rain coat, minuman, kompor dan makanan :D. Dan
beranglatlah kita dengan sedikit kerempongan. Sayangnya ada dua orang yang gak
bisa ikut. Huhu sayang banget. Dan
bertujuhbelas kita naik. Seperti peraturan yang sebelumnya, kita jalan 15 menit
dan istirahat 5 menit. Dan barisan pun diatur, cewek cowok selang seling.
Sedikit ringan lho kan gak bawa carier :D. Ternyata
jalurnya sedikit ulalaaa. Banyak akar-akar pohon yang menonjol. Ini baru hiking
:p. Kalo lagi hiking itu have fun aja pasti menyenangkan, hahaha. Selama
diperjalanan kita tetap saling bertegur sapa plus memberi semangat dengan
pendaki yang lain. Pas kita lagi berhenti, ada serombongan orang jepang lewat.
Mereka hanya bawa daypack yang itu berarti kata teman-teman yang lain, mereka
gak ngcamp. Masya allah, ada kakek-kakek yang umurnya 78 tahun kuat naik.
Begitu kata pemandunya. Kita Cuma cengok liatnya dan pastinya bikin kita
semakin semangat, masa kalah ama kakek-kakek. Di perjalanan naik ini lebih
santai, kita masih aja nyempetin buat take some pictures.
salah satunya ini nih
Heu, semakin
mendekati puncak, udara semakin dingin dan vegetasi semakin rendah. Di tengah
jalan menemukan edelweiss, bunga kebanggaan kelas. Wah cantik ya bunganya, hoho
ternyata ke gunung disaat yang tepat. Dan si Hendra pun minta di fot dekat
edelweis itu, huu narsis kali si abang ini.
Dan mendekati puncak, bau sulfur
udah tercium. Nyampe juga beroooooh. Rasanya puass, pas nyampe udah liat sebuah
tenda terpasang. Aku bersama yang lain langsung bergelimpangan di sana. Carier
yang udah nyampe udah gak ada air lagi, dan bapak-bapak menawarkan airnya
kepada kita. Huaah baik banget si bapak itu. Bahkan kita dikasih dua botol yang
masih full. Alhamdulillah, seteguk air menambah nikmatnya mencapai puncak. Dan
kita jalan lagi buat mencapai yang benar-benar
puncak. Jalannya berbatu, dari jalan menuju ke puncak melihat Surya
Kencana. Di sana padang luas yang di pinggirnya mekar edelweis tempat ngcamp
pendaki yang naik dari jalur gunung putri. That’s so beautifull. Banget lah,
ngLiat padang rumput yang ditepinya bunga edelweis bermekaran. Beberapa tenda
terlihat dari puncak sini, mereka mungkin mau naik ke puncak ini pas lagi
sunrise. Duh Allah, ciptaanMu sungguh
luar biasa dan ini Cuma seupil dari kenikmatan yang Engkau berikan.

dan perjalanann ke benar-benar puncak pun di mulai
.................