wow, masa perkuliahan udah di ujung
mahasiswa tingkat akhir. semester terakhir kulia mayor
di semester akhir ini banyak merenungi kejadian-kejadian yang udah lama
berlalu. mulai dari tingkat pertama sampai tingkat akhir ini.
salah satu fenomena yang masih aja menjadi pikiran, fenomena yang baru aku
kenal di bangku perkuliahan ini, fenomena yang entah oleh siapa di anggap
sebagai tradisi, tapi tradisi yang amat sangat menyesatkan
TITIP ABSEN atau yang biasa kita sebut TA.
hebat ya, bisa duplikasi tanda tangan
bagi yang gak tahu, apa itu TA? emang seberapa menyesatkannya dia?
TA itu Titip Absen. di bangku perkulihan, bukan dosen yang mengisi atau
mengecek daftar kehadiran kita. tapi kita sendiri yang mengisinya. Berkas
absensi di edarkan ke seluruh kelas, sambil kita tanda tangan di kolom yang tersedia
sebagai tanda bukti tanda kehadiran kita dalam kelas tersebut. lha celah ini
lah banyak digunakan oleh TAers buat berbuat curang. mereka gak masuk kuliah,
entah karena apa (mungkin mereka orang yang sangat sibuk bangeeet kali ya?)
trus akhirnya dia menitipkan kedatangannya kepada teman yang bersedia berkorban
buat dia. Kece badai dah, persahabatan yang indaaah *ketawa sinis
entah apa alasannya, yang dititipin ini mau ajaaa . . .
kok ya dia mau-maunya tiap kuliah di 'minta tolong' buat menghadirkan tanda
tangan si sahabatnya itu. Padahal dia udah bersusah payah datang ke kelas,
lari-lari kalo dosen udah datang, berusaha biar gak telat, tapi dengan
ikhlasnya dia memberikan kehadiran temannya padahal orangnya gak ada.
Mungkin bagi beberapa orang ini merupakan hal yang sangat sepele. Tapi gak
bagi aku. Justru dari hal kecil itulah awal dari hal-hal besar terjadi.
Kejujuran kecil dan continue akan tertanam sampai kita lepas dari masa yang
penuh dengan kenyamanan ini. Ketika ada yang berbicara seperti itu pun akan ada
bilang bahwa kita orang yang sok suci.
Semoga saja, kita segera tersadarkan akan arti kejujuran. Kita emang bukan
malaikat yang selalu tanpa dosa, tapi alangkah baiknya kita tidak mengulangi
gak usah ngomongin pejabat-pejabat yang banyak korupsi kalo kalian absen aja masih nebeng orang lain,
gak usah banyak bacot soal pejabat yang gak becus kerja kalo kalian ujian aja masih lirik-lirik
gak usah banyak bacot soal pejabat yang gak becus kerja kalo kalian ujian aja masih lirik-lirik
jadi jangan heran jika nanti Indonesia jadi bobrok gara-gara banyak korupsi, lha wong yang mudanya aja juga udah suka korupsi kok

