Saturday, June 29, 2013

usaha bareng, hasil dinikmati bareng-bareng

hei, itukata-kata yang paling so sweet yang aku dengar setelah menikmati hasil kerja keras menanam caisim selama kurang lebih 6 bulan #tsaah
berawal dari sama-sama berada dalam matakuliah Tanaman Sayuran yang merupakan mata kuliah pilihan, berarti itu adalah mata kuliah yang kalian minati. dalam satu kelompok bersama orang-orang yang Subhanallah. kocak, serius, cekatan, rajin, cetar membahana, rame, seru, asik pokoknya kece lah.
setiap minggu mengolah lahan, melakukan pembibitan, merawat 'our babies (yang tiap minggu kita selalu cemas dengan perkembangan dan pertumbuhannya), memindahkannya tiap minggu dari tray ke lahan (yang lagi-lagi kita khawatir kalo kita memindahkannya terlalu cepat ke lahan), menyiramnya, membersihkan mereka dari gulma dan hama yang menyebalkan dan pada akhirnya kita harus menjual mereka semua *kejaaaam :D
ketika our babies udah cukup, kita melepaskannya ke yang membutuhkannya *red: ibu-ibu yang mau masak
mulai dari pilih-pilih, mencabutnya, mencucinya sampai packing pun kudu pakai perasaan  lho, biar mereka gak ngambek karena telah kita campakkan *ehh
dan saat-saat yang ditunggu pun tibaa, JUALAAAN
jualan kita pake strategi lho, diantaranya adalah, (jeng jengggg) ngasih diskon buat yang udah jadi pada penjualan pertama kita, ngasih kartu member, delivery order, namwarin lewat sms, maksa temen-temen terdekat kita buat beli sayur kita, promosi lewat fb, bbm, WA dan twitter,duet jualan dengan kelompok lagi dan yang paling sering dilakukan ya jualan door to door. tapi itu yang paling seru, merasakan jadi mbak-mbak sales yang nawarin barang di kampungku :p
kita ngGombal ke rumah rumah itu, dari perumahan A-Z *lebayy* tapi gombalan kita bukan gombalan biasa, misalnya nih ya "buk, mau beli sayur kita? ini organik lho buk, fresh dari lahan, gak pait kayak caisim yang biasanya, dipanen lebih muda biar manis kayak yang jual ini buk *ehh"
sampai-sampai ibuk-ibuk yang disitu hapal ama kitanya. kadang juga ada yang ngasih duit lebiiiiih banget, membeli sayur kita sampai 5 pack, ataupun dipuji-puji jadi mahasiwa yang kreatif yang nyari uang sendiri *terpaksa sih  :D
 emang sih harga yang kita tawarin mahal, 5000/250gram tapi ya Alhamdulillah lho dagangan kita selalu habis, dengan segala gombalan dan rayuan maut kita yang  berhasil meluluhkan hati pembeli #eaa (padahal kalo dibandingin dengan yang dijual di Giant ato Hypermart kita lebih murah bgt)
dan segala perjuangan kita yang door to door itu pun menghasilkan beberapa rupiah yang sangat lumayan membuat kita kenyang di Galuga restaurant yang tak lupa juga untuk berbagi dengan yang lain yang sayangnya sih gak semua personil kita dateng :(. hmm, menjadi suatu rasa tersendiri ketika bisa usaha bareng, nanem bareng, susah senang bareng dan hasilnya pun dinikmati bareng. Alhamdulillah

Terima kasih sangat buat teman-teman kelompok Caisim, kalian team yang hebat banget, bisa di ajak kerjasama yang serius sampek kerjasama yang hedon pun okeh banget :D
maaf yak kalo selama ini aku over bawel, walaupun perjuangan kita gak selancar jalan tol ditengah malam tapi berharap kita bisa usaha-usaha lain yang lebih kece lagi yang tentunya masih di dunia pertanian tercintaa
Sayang kalian so much, semoga ilmu kita bermanfaat buat orang buanyaaak
Caisim
Maju Terus Pantang Mundur, Ayeeeee!!!!!

Sunday, June 23, 2013

niuu bie in blog world :p

heu, akhirnya setelah bertahun-tahun tahu blog-blog an, punya blog juga :p
selamat datang dan selamat berkunjung di blog baru saya, baru di buat pada tanggal 21 juni 2013 *nyalain kembang api
sebenarnya kata-kata pembuka ini udah telat, tuh udah ada postingan yang kata teman ku berat kayak badan aku, hahaha
di blog ini aku pengen bercerita tentang ceritaku, biar gak cuma orang-orang itu aja yang dengerin ceritaku, biar kita bisa saling berbagi pengalaman dan cerita dan lain lain.
semoga bisa bermanfaat dan menghibur kalian semua
saling belajar dan berbagi untu semua
:)

ketika harga BBM (selalu) naik



Recently,sedang berkecamuk konflik yang sebenarnya sudah menjadi tradisi. Konflik itu timbulnya pro dan kontra atas kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Isu yang sebenarnya sudah terjadi dari beberapa bulan yang lalu, isu tersebut sudah seperti bubuk mesiu yang diberi sedikit percikan api, yang akan menjalar dengan cepat kemana-mana bahkan juga merembet kemana-mana. Pihak yang pro berpendapat bahwa jika subsidi dicabut sebagaian maka akan meringankan beban APBN negara yang mungkin sumber APBN tersebut dari menggali lubang hutang di tempat-tempat sumber uang. Sedangkan yang kontra berpendapat bahwa subsidi menjadi beban APBN negara merupakan omong kosong belaka. Melihat belanja pegawai pemerintah apalagi anggota perlente yang memang di rasional rakyat jelata ini gak nyata banget. Selain itu profesi lain orang-orang perlente yang biasa kita panggilnya koruptor. Ulalaaa hal itu menjadi penyakit yang ibaratnya gak ada obatnya buat mereka semua. Berawal dari tuntutan hidup mewah yang menjadi keharusan bin kewajiban mereka, korupsi pun oke aja dah asal bisa memenuhi nafsu mereka buat huru hara.
Pihak yang pro berpositif thinking bahwa dana subsidi itu dialihkan menjadi dana ‘keadilan sosial’ bagi rakyat yang mengisi negara ini. Dana itu bukan untuk hal-hal lain yang bukan untuk penggunaannya. Dana tersebut besar harapannya untuk menambahkan subsidi bagi pendidikan anak Indonesia yang kelak akan menjadi pengganti pembuat kebijakan kali ini. Dana tersebut akan digunakan untuk membantu biaya berobat bagi mereka yang kesulitan untuk sekedar beli obat cap warung depan rumah. Untuk para petani yang telah mengisi perut  kita dari ujung Sabang sampai ke Merauke, dari umur kita masih 0 tahun sampai sekarang ini. Hal itu tentu akan lebih bermanfaat ketimbang memberikan subsidi BBM yang notabenenya pemilik kendaraan cap luar negeri, yang pasti penghasilan mereka lebih dari untuk sekedar makan tiga kali sehari.
Pihak yang kontra tidak percaya dengan janji-janji pemerintah yang ibaratnya seperti jualan kacang goreng. Hanya berlalu saja. Pemerintah tidak banyak pembuktiannya. Padahal BBM telah berkali-kali dan berlipat-lipat naik harganya sejak jaman dahulu. Buktinya dana-dana yang dijanjikan untuk hal lain hanya berlalu dengan elegannya. Pemerintah menaikkan harga BBM otomatis menaikkan tingkat kesengsaraan rakyat kecil. Oke aja buat mereka yang punya pohon duit, lha yang gak punya ini?. Kenaikan harga BBM ini tentu akan berakibat melambungnya harga-harga yang lain baik pangan maupun tingkat industri karena BBM merupakan salah satu input produksi yang memakan biaya besar. Apalagi jika kenaikannya disaat-saat ini, maka biaya anak-anak masuk sekolah, puasa dan lebaran pun mendekat yang otomatis akan lebih tinggi lagi naiknya. Tanpa kenaikan BBM pun, pada momen-momen ini harga serasa diujung menara Eifel yang susah dijangkau. Apalagi dengan bantuan langsung tunai yang entah apa nama barunya sekarang, yang banyak tidak tepat sasaran dan justru akan membuat masyarakat semakin malas.
Well, kalaupun hal itu benar-benar terjadi(dan udah terjadi) tugas yang amat penting sekarang adalah mengawasi kemanakah uang subsidi yang seharusnya untuk BBM. Agar kesalahan-kesalahan yang telah lalu tidak terulang kembali. Agar subsidi itu benar-benar untuk mereka yang benar-benar amat membutuhkan, tidak semua orang hidup seperti anda wahai bapak-bapak yang duduk di parlemen. Mungkin jika anda lihat dibelakang rumah anda mungkin mereka makan sehari sekali aja udah ih wow banget. Semoga keputusan-keputusan yang diambil sebelumnya mengucap Bismillah dahulu yang diiringi dengan niat demi kepentingan rakyat banyak, demi perut dan kehidupan yang menjanjikan.
Jayalah Negeriku Jayalah