Entah harus diungkapkan dengan
kata apalagi aku harus mengungkapkannya *bingungkan??
Pas banget tanggal 21 juni 2013,
setelah ujian terakhir di semester 6 ini kulalui #eaa , aku berangkat ke tempat
yang baru aku jamah, pengalaman baru yang wow banget, . walaupun berangkatnya
gak pas bgt abis ujian, ya dalam hari yang sama lah.
To the point, pukul 4 aku
berangkat ke BNI, tempat dan waktu yang udah dijarkomkan oleh ketua rombonganku
buat kita kumpul. Sebelum jam 4 tentu aku siap-siap dulu, ngCek apa-papa yang
kurang, yang lebih dan lain lain, seperti biasa aku riweuh. Dan entah kenapa,
aku sendiri gak nyangka aku DEG-DEG an, jarang-jarang banget, aku nervous kayak
gini.
Bismillah, jam 15.57 aku
berangkat ke BNI yang emang deket bgt ama kost an ku. Dan pemirsa, aku gak nemu
siapapun disana. Zzzzz, kirain aku mah dah telat. Akhirnya ada cowok 1 yang
rambutnya sedikit panjang, keriwil2 *lucu sih ya, membawa keril yang lebih
besar dari punyaku. ‘rombongannya hendra?’ tanyaku. ‘iya’ jawabnya singkat
sambil senyum. ‘siapa namanya? AGH juga?’tanyaku lagi .’ fahmi kak, iya
angkatan 48’. Dan percakapan singkatku dengan Fahmi disusul denan kedatangan
yang lain, yang aku gak kenal siapa mereka #heuu . dan kebanyakan rombongan kami
emang AGH 48. Setelah berjamur sekitar 1,5 jam di BNI *kasih daktarin* akhirnya
full team pun udah ada. Yup, rombongan ku adalah aku, kak dona, eceu, jaka,
taufik, hendra,oli, leri, fahmi, ucup, arif, amel, anisa, afifah, nida, dayat
dan jefri *itung noh ada berapa orang?*. rombongan yang akan bersama menuju
pendakian ke Gunung Gedhe dan Pangrango *rencananya.
Dua angkot yang mengantar kami
dan keril-keril kami ke Cibodas, melalui macetnya jalur ke puncak dan menikmati
dinginnya udara puncak dan tak lupa menikmati sekoteng yang aku nikmati sambil
nunggu jalur ke atas dibuka.
Ulaaalaaa sekali abang angkotnya, karena
menghindari macet bangetnya jalur ke puncak, akhirnya diputuskan abangnya
melewati jalur alternatif yang resikonya jalannya naik turun bukit sambil penuh
lika-liku kehidupan angkot *ciie* . ada tiga kali mungkin kita turun untuk
mendorong angkot karena angkotnya gak bisa ngeGas lagi *itung-itung latian kata
48* dan cliing kita tiba di Cibodas *jingkrak-jingkrak*
Udara yang lebih dingin menyambut
kita tentunya, setelah beres-beres dan shalat, kita jalan ke pos Mandalawangi,
di sana diperiksa apakah orang yang didaftarkan ama yang dateng sama apa gak,
gak boleh lebih, demi keselamatan Taman Nasional itu sepertinya. Well, setelah
makan semangkuk mie goreng+telur+sawi di warung depan pos itu, kita serombongan
benar-benar berangkat. Sekitar pukul 00.00 kita cuuus yang diawali dengan do’a
dan intruksi dari teman-teman yang lebih berpengalaman tentunya. Sebelum kita
naik, aku liatin anak-anak yang nyiapin tas mereka, sepatu dan lainnya. Dan aku
baru tau ternyata mereka pake pembalut di tasnya, ditaruh di pundak tas biar
empuk katanya. Ulalaaa ilmu baru :D .
Bismillah start to hike

No comments:
Post a Comment