bismillah
setelah lama gak mengisinya
setelah lama gak mengisinya
Dalam Dekapan Tarbiyah
Sebuah kalimat yang mungkin sudah pernah orang lontarkan
sebelumnya
Bukan bermaksud Ashobiyah atas suatu harakah
Bukan juga bermaksud merendahkan harakah lainnya
Bukan juga bermaksud memaksakan kehendak
Tulisan ini aku buat karena merasa resah dengan lingkungan
sekitar yang mulai menjauh dengan yang namanya ‘belajar agama’
Kalau
dibandingkan dengan yang lain, mungkin usiaku di tarbiyah masih sangat amat
muda, baru 4 tahun aku benar2 dalam dekapannya. Pertama kali masuk kampus ini udah
disambut dengan semangat ‘mengkader’ dari senior2 terdahulu. Sampai pada
akhirnya aku masuk dalam sebuah lingkaran. Dalam lingkaran itu aku bertemu
dengan teman-teman yang mempunyai tujuan
yang sama, yaitu untuk belajar agama. Kata orang belajar agama bisa dimana
saja, yupp, aku mengamininya. Tapi kawan, di lingkaran baru itu aku merasakan
hal yang berbeda, kita terhubung antar satu dengan yang dengan sebuat tali
kasat mata, tali itu tali ikhuwah. Rasanya jika aku bertemu dengan mereka dalam
lingkaran itu, aku merasa semangat yang udah terkikis lambat laun mulai tumbuh
lagi. Dalam lingkaran itu pula, aku bebas mengekspresikan apa yang aku
gelisahkan selama ini, dan aku mendapat siraman ketenangan ketika berdiskusi
dengan mereka dan mentorku.
Sampai akhirnya
aku berganti Murabbi, karena aku ‘naik kelas’ . di dalam kelas ini, aku belajar
banyak tentang dakwah. Asing sekali itu teman, bukan kah dakwah untuk mereka
yang udah berilmu tinggi, sedangkan aku?? Hanya sebutir pupuk di pabrik pupuk.
Tapi, ternyata tidak kawan, berdakwah wajib buat semua muslim. Berdakwah bisa
lewat media apapun. Dan dilakukan siapapun.
dan ketika aku
udah lama mengenalnya bersama dengan saudari-saudariku itu, aku mendengar
langsung suatu kalimat yang cukup buat aku shock, kalo temenku gak mau masuk
lagi dalam lingkaran itu. Entah apa alasan utamanya yang membuatnya keluar dari
lingkaran indah ini, jika dia keluar lingkaran ini tapi dia tetep mencari ilmu
di tempat lain aku akan tetap mendukungnya. Tapi saudariku, kemanakah arahmu
jika udah keluar dari lingkaran indah ini??
walaupun masih terhitung baru di dalam dekapan tarbiyah ini, tapi aku susah buat melepasnya. Karena dalam dekapannya aku menemukan titik balikku, karena dalam dekapannya aku akan tetap merasa terjaga, aku memiliki saudari-saudari yangselalu mengingatkan aku di saat aku salah, di saat aku jatuh dan dalam dekapan tarbiyah aku merasa dibutuhkan dalam dakwah ini, pun hanya menjadi sebutir pasir untuk membangun bangunan Islam.
walaupun masih terhitung baru di dalam dekapan tarbiyah ini, tapi aku susah buat melepasnya. Karena dalam dekapannya aku menemukan titik balikku, karena dalam dekapannya aku akan tetap merasa terjaga, aku memiliki saudari-saudari yangselalu mengingatkan aku di saat aku salah, di saat aku jatuh dan dalam dekapan tarbiyah aku merasa dibutuhkan dalam dakwah ini, pun hanya menjadi sebutir pasir untuk membangun bangunan Islam.
Semoga
teruntuk saudari ku yang di sana, aku tetep sayang kamu, semoga walaupun kita
tidak berjumpa dalam lingkaran itu lagi, kita masih bisa berjabat tangan di
JannahNya kelak
Dalam Dekapan Tarbiyah ini.....
Dalam Dekapan Tarbiyah ini.....
Aku ingin bersama kalian
