Wednesday, July 23, 2014

nikmat berjilbab



Sekali lagi inginku ceritakan tentang indahnya hidupku setelah aku mengenal agama Allah ini lebih dalam.

Suatu hari aku berjalan dari depan istana Bogor menuju stasiun, jaraknya tidak begitu jauh jadi sayang aja kalo aku harus naik angkutan umum. Dalam perjalanan itu aku merasa lapar, maklum belum sarapan dan aku melihat ibu-ibu penjual nasi kuning dalam mika, ibu itu juga menjual kue-kue kecil.ibu itu berjualan di depan gereja katedral katolik.  Dan akupun meminta ibu itu ubtuk membungkus nasi kuning yang sepertinya lezat itu and you know what?!
“neng, jangan nasi yang itu, ada B2 nya”
“B2 itu apa buk?” sahutku yang lagi blank
“babi neng,  kan neng muslim keliatan dari bajunya, kalo bukan muslim mah gak ibu kasih tau”
DEG....
“trus yang lain ini gak ada babinya buk? Bekas masaknya?” tanyaku penasaran
“gak neng, dibedain kok”
Akhirnya aku membeli makanan halal yang sesuai dengan diriku.
Setelah membayar dan memngucapkan terima kasih aku pun melanjtkan jalan ke tempat tujuanku/
Dalam perjalanan itu aku terus berpikir, betapa beruntungnya aku ,gak terbayang apa yang aku makan jika pakaian ku tidak seperti ini, jika pake baju yang minim bahan.
Betapa nikmatnya berjilbab tak terhitung kawan
Ceritaku ini hanya setitik dari begitu banyaak nikmat berjilbab
Dengan berjilbab ini, aku sering mendapat perlakuan istimewa, like a princess

sedih banget ketika mendengar berbagai kabar tentang seorang muslimah yang melepas jilbab, apakah mereka tak pernah merasakannya
merasakan nikmat-nikmat Allah ketika bersama jilbab?
bukankah amat teramat jelas di dalam Al-quran pun demikian