Sekali lagi inginku ceritakan tentang indahnya hidupku
setelah aku mengenal agama Allah ini lebih dalam.
Suatu hari aku berjalan dari
depan istana Bogor menuju stasiun, jaraknya tidak begitu jauh jadi sayang aja
kalo aku harus naik angkutan umum. Dalam perjalanan itu aku merasa lapar,
maklum belum sarapan dan aku melihat ibu-ibu penjual nasi kuning dalam mika,
ibu itu juga menjual kue-kue kecil.ibu itu berjualan di depan gereja katedral
katolik. Dan akupun meminta ibu itu
ubtuk membungkus nasi kuning yang sepertinya lezat itu and you know what?!
“neng, jangan nasi yang itu, ada B2 nya”
“B2 itu apa buk?” sahutku yang lagi blank
“babi neng, kan neng
muslim keliatan dari bajunya, kalo bukan muslim mah gak ibu kasih tau”
DEG....
“trus yang lain ini gak ada babinya buk? Bekas masaknya?”
tanyaku penasaran
“gak neng, dibedain kok”
Akhirnya aku membeli makanan halal yang sesuai dengan
diriku.
Setelah membayar dan memngucapkan terima kasih aku pun
melanjtkan jalan ke tempat tujuanku/
Dalam perjalanan itu aku terus berpikir, betapa beruntungnya
aku ,gak terbayang apa yang aku makan jika pakaian ku tidak seperti ini, jika pake
baju yang minim bahan.
Betapa nikmatnya berjilbab tak terhitung kawan
Ceritaku ini hanya setitik dari begitu banyaak nikmat
berjilbab
Dengan berjilbab ini, aku sering mendapat perlakuan
istimewa, like a princess
sedih banget ketika mendengar berbagai kabar tentang seorang muslimah yang melepas jilbab, apakah mereka tak pernah merasakannya
merasakan nikmat-nikmat Allah ketika bersama jilbab?
merasakan nikmat-nikmat Allah ketika bersama jilbab?
bukankah amat teramat jelas di dalam Al-quran pun demikian
No comments:
Post a Comment