Banyak cerita di balik KKP pastilah itu, entah cerita
senang, sedih, haru ataupun cerita horor *hihiii
Begitu juga dengan tiap orang, tiap kelompok, dan tiap
daerah memiliki cerita tersendiri. Aku juga punya cerita tentang itu.
Yup, hari ini tanggal 1 Juli
2013, tanggal efektif buat dimulainya KKP. Orang bilang KKP itu Jika Aku
menjadi ala IPB :D. Aku yang ditempatkan di Garut, Jawa Barat. Dijarkomnya
berangkat jam 04.00 waktu Bogor, aku pun berencana setengah 4 udah di ATM center,
tempat yang dijanjikan buat kumpul. Dan ternyata aku baru bangun jam 03.00
*hahhaa* gelabakan tapi selow lah, jam 03.35 aku keluar dari kos ku. Kakak
kost ku menjanjikan mengantar aku, tapi huhu gak tega aku buat ngebangunin. Aku
berangkat sendiri, tapi dibawah ketemu ibu kost yang gak tega liat aku
berangkat sendiri, diantarlah aku ke TKP, lengkap dengan bapak kost *huhu
terhura aku*
Menunggu dan menunggu dari jam
setengah 4 itu sampai jam 5 *parah banget, lebih baik dulu pas Fieldtrip
bersama Edelweiss, telat pun gak sampai separah itu kok, huhuu* . dari situ ya
udah dapat feel gak enak. Dan ternyata benar pemirsaa, di jalan pun juga. Entah
kenapa perjalanan lamaaaa kali, aku kira perjalanan ke garut dari Bogor hanya 5
jam, dan apa coba, berangkat jam 5 kita nyampe jam setengah 3 di kantor
bupatinya. Dan parahnya supirnya muter-muter *bisa haji jadinya kalee*
setelah dari kantor bupati di antar lah kami ke kecamatan masing-masing. aku yang di bayongbong di anter ke kantor kecamatan. posisinya dekat jalan raya. keriwuhan terjadi pas nurunin barang. hahaa dan si Gery yang baik hati menarikkan koperku yang segedhe gaban.sambil nunggu angkot yang mau ngangkut kita ke desa pasti lah disempatkan buat foto-foto sekelompok.
Dan finally, sampai di kantor
bupati kita disambut dengan sekotak kue, hwaa alhamdulillah, dari seharian gak
ketemu dengan makanan *lebayy*. Dari kabupaten pun kita dianter ke kecamatan
Bayongbong. Di sana kita disambut perangkat kecamatannya, dan diantara kelompok
yang lain, nyari angkot ke Desa Pamalayan ini syusaaah dan lama, pas udah dapat
angkot huuuh, mahal kalee. Lebih murah ke Bandung lho daripada ke desa ini. kata bapaknya
jalurnya itu ekstrim, makanya dia minta mahal, setelah tawar menawar dan deal
dengan harga 100rbu, kita cuus ke desa yang didahului dengan mengisi bensin
mobil dan bensin buat perut kita tentunya. Hohoo kata bapaknya angkot narik
Cuma sampai jam 6 sore aja, kalo malem adanya mobil ‘preman’ . kita melongo,
heuh kata bapaknya mobil preman itu mobil berplat hitam alias mobil pribadi.
Hadeeh, kan srem juga bapak, kirain
banyak preman yang berkeliaran paak. Hosh, bener-bener cus ke desa, kita
ditunggu di bala desa katanya. Bismillah, sejuknya angin malam *yang selalu aku
menyukainya* ditambah liat teman-teman sekelompokkuu yang masih semangat dengan
segala candaan mereka yang diselipi dengan doa agar kita bisa langsung bisa
istirahat sesampaiya disana. Ya Allah, pada awalnya jalan emang gak ekstrim
menurutku tapi setelah beberapa waktu, nanjak banget berooh gak hanya itu
jalannya bolong-bolong banget. Ditengah perjalanan yang amazing itu, si bapak
minta istirahat, katanya mesinnya panas. Setelah istirahat bentar, jalan lagi
lah. Dan ternyataban bocor, tidaaak. Itu ban benar-benar meletet, kempes pes
pes. ‘turun dulu ya neng’ kata si bapak. Sambil menunggu bapaknya ganti, kita
liatin bintang-bintang yang terang banget dan juga ngLiat sepotong kota Garut
dari atas bukit *so sweetzz* pas udah selesai, kita naik tapi disuruh turun
lagi *hahhaa* karena si mesin mobil gak bisa naik. Bapaknya melaju duluan dan
meninggalkan kita ditengah kegelapan malam dan perut yang krucuk-krucuk *huhhuu*.
Pas udah nyampe balai desa,
ketemu bapak sekdes kita dianter ke rumah bapak kades. Rumah bapak kades ada di
ujung jalan, bagus rumahnya warnanya pink *hhahaa imut bgt dah pak*. Udah
angkut-angkut barang eh ternyata itu bukan rumah yang kita tempati. Bapaknya
belum menemukan rumah untuk kita. Kecewa lah jelas, kita udah ngasih tau dari
siang tadi kalo hari ini mau dateng, tapi belum mencarikan rumah buat kita.
Kasian banget liat wajah-wajah teman sekelompok yang capek. Tapi untunglah ada
sodara bapak kadesnya yang minjemin rumahnya. Walaupun rumahnya belum jadi
banget, ada satu kamar yang dikasihkan ke kita. Kamar mandi diluar yang hmm,
kudu jaga-jaga buat ke kamar mandinya. Karena pintunya belum ke tutup pintu
bgt, kotor dan belakang kita adalah sapi. Hmm,
ngLiat keadaan yang seperti ini, membuat aku lebih bersyukur dengan
segala keadaan yang aku terima selama ini. Semua serba dengan kondisi yang buat
aku nyaman. Kondisi yang gak biasaku
terima ini sebenarnya sedikit membuat aku pengen nangis, apalagi membaca
koment-koment dari teman yang lain dari daerah lain, aku benar-benar pengen
nangis *dan udah berkaca-kaca karenanya. Entah kenapa, rasa kangen, bingung dan
juga keadaan yang jujur aku aku sedikit gak nyaman. Berpegang pada pesan dari
murobbi aku “jaga aurat” dan aku harus menjaga izzahku sebagai seorang
muslimah. Bismilaah, ini hanya kkp nok, mngkin nanti kamu akan mengahadapi
kondisi yang jauh lebih gak nyaman.
dan alhamdulillah teman sekelompok membantuku buat menemukan sedikit kenyamanan di sini. semoga ukhuwah ini terjaga sampai akhir. dengan segala keanehan mereka.and we are Getterrrr team :D
KKP first day
keren jg tulisannya, jd penasaran denger penuturan kisah selanjutnya
ReplyDeleteterima kasih :) , silahkan liat yang lain juga :)
ReplyDelete