Sunday, January 12, 2014

speechless



dan seketika itu menetes lagi butiran itu dari mataku
mengalir begitu saja
seperti sebongkah es yang dipanaskan di atas perapian
perapian itu hanya datang dari status teman
yah, aku akui, aku iri, aku envy, aku ingin sperti dia

aku teringat akan janji seorang sahabatku
yang mungkin udah bosan mendengar aku menangis
yang mungkin udah capek membaca pesanku tentang sosok itu
janji sahabatku yang akan menjemputku ketika aku pulang
kesanggupannya untuk menyambutku dari tanah rantau
membuat lelehan itu jatuh 

yang sebenarnya kawan
aku berharap sosok yang sering buat aku menangis itu
menyambut kedatanganku di peron stasiun
dengan sambutannya yang hangat

tetapi, aku merasa bersyukur atas perhatianmu kepada ku

terima kasih untuk kebesaran hatimu yang selalu ada buat aku
ANAA UHIBBUKI


No comments:

Post a Comment