Monday, July 29, 2013

merengkuh puncak Gunung Gede part one



Entah harus diungkapkan dengan kata apalagi aku harus mengungkapkannya *bingungkan??
Pas banget tanggal 21 juni 2013, setelah ujian terakhir di semester 6 ini kulalui #eaa , aku berangkat ke tempat yang baru aku jamah, pengalaman baru yang wow banget, . walaupun berangkatnya gak pas bgt abis ujian, ya dalam hari yang sama lah.
To the point, pukul 4 aku berangkat ke BNI, tempat dan waktu yang udah dijarkomkan oleh ketua rombonganku buat kita kumpul. Sebelum jam 4 tentu aku siap-siap dulu, ngCek apa-papa yang kurang, yang lebih dan lain lain, seperti biasa aku riweuh. Dan entah kenapa, aku sendiri gak nyangka aku DEG-DEG an, jarang-jarang banget, aku nervous kayak gini.
Bismillah, jam 15.57 aku berangkat ke BNI yang emang deket bgt ama kost an ku. Dan pemirsa, aku gak nemu siapapun disana. Zzzzz, kirain aku mah dah telat. Akhirnya ada cowok 1 yang rambutnya sedikit panjang, keriwil2 *lucu sih ya, membawa keril yang lebih besar dari punyaku. ‘rombongannya hendra?’ tanyaku. ‘iya’ jawabnya singkat sambil senyum. ‘siapa namanya? AGH juga?’tanyaku lagi .’ fahmi kak, iya angkatan 48’. Dan percakapan singkatku dengan Fahmi disusul denan kedatangan yang lain, yang aku gak kenal siapa mereka #heuu . dan kebanyakan rombongan kami emang AGH 48. Setelah berjamur sekitar 1,5 jam di BNI *kasih daktarin* akhirnya full team pun udah ada. Yup, rombongan ku adalah aku, kak dona, eceu, jaka, taufik, hendra,oli, leri, fahmi, ucup, arif, amel, anisa, afifah, nida, dayat dan jefri *itung noh ada berapa orang?*. rombongan yang akan bersama menuju pendakian ke Gunung Gedhe dan Pangrango *rencananya.
Dua angkot yang mengantar kami dan keril-keril kami ke Cibodas, melalui macetnya jalur ke puncak dan menikmati dinginnya udara puncak dan tak lupa menikmati sekoteng yang aku nikmati sambil nunggu jalur ke atas dibuka. 

Ulaaalaaa sekali abang angkotnya, karena menghindari macet bangetnya jalur ke puncak, akhirnya diputuskan abangnya melewati jalur alternatif yang resikonya jalannya naik turun bukit sambil penuh lika-liku kehidupan angkot *ciie* . ada tiga kali mungkin kita turun untuk mendorong angkot karena angkotnya gak bisa ngeGas lagi *itung-itung latian kata 48* dan cliing kita tiba di Cibodas *jingkrak-jingkrak*
Udara yang lebih dingin menyambut kita tentunya, setelah beres-beres dan shalat, kita jalan ke pos Mandalawangi, di sana diperiksa apakah orang yang didaftarkan ama yang dateng sama apa gak, gak boleh lebih, demi keselamatan Taman Nasional itu sepertinya. Well, setelah makan semangkuk mie goreng+telur+sawi di warung depan pos itu, kita serombongan benar-benar berangkat. Sekitar pukul 00.00 kita cuuus yang diawali dengan do’a dan intruksi dari teman-teman yang lebih berpengalaman tentunya. Sebelum kita naik, aku liatin anak-anak yang nyiapin tas mereka, sepatu dan lainnya. Dan aku baru tau ternyata mereka pake pembalut di tasnya, ditaruh di pundak tas biar empuk katanya. Ulalaaa ilmu baru :D .
Bismillah start to hike

Saturday, July 13, 2013

story of KKP is begin



Banyak cerita di balik KKP pastilah itu, entah cerita senang, sedih, haru ataupun cerita horor *hihiii
Begitu juga dengan tiap orang, tiap kelompok, dan tiap daerah memiliki cerita tersendiri. Aku juga punya cerita tentang itu.
Yup, hari ini tanggal 1 Juli 2013, tanggal efektif buat dimulainya KKP. Orang bilang KKP itu Jika Aku menjadi ala IPB :D. Aku yang ditempatkan di Garut, Jawa Barat. Dijarkomnya berangkat jam 04.00 waktu Bogor, aku pun berencana setengah 4 udah di ATM center, tempat yang dijanjikan buat kumpul. Dan ternyata aku baru bangun jam 03.00 *hahhaa* gelabakan tapi selow lah, jam 03.35 aku keluar dari kos ku. Kakak kost ku menjanjikan mengantar aku, tapi huhu gak tega aku buat ngebangunin. Aku berangkat sendiri, tapi dibawah ketemu ibu kost yang gak tega liat aku berangkat sendiri, diantarlah aku ke TKP, lengkap dengan bapak kost *huhu terhura aku*
Menunggu dan menunggu dari jam setengah 4 itu sampai jam 5 *parah banget, lebih baik dulu pas Fieldtrip bersama Edelweiss, telat pun gak sampai separah itu kok, huhuu* . dari situ ya udah dapat feel gak enak. Dan ternyata benar pemirsaa, di jalan pun juga. Entah kenapa perjalanan lamaaaa kali, aku kira perjalanan ke garut dari Bogor hanya 5 jam, dan apa coba, berangkat jam 5 kita nyampe jam setengah 3 di kantor bupatinya. Dan parahnya supirnya muter-muter *bisa haji jadinya kalee*
setelah dari kantor bupati di antar lah kami ke kecamatan masing-masing. aku yang di bayongbong di anter ke kantor kecamatan. posisinya dekat jalan raya. keriwuhan terjadi pas nurunin barang. hahaa dan si Gery yang baik hati menarikkan koperku yang segedhe gaban.sambil nunggu angkot yang mau ngangkut kita ke desa pasti lah disempatkan buat foto-foto sekelompok.
Dan finally, sampai di kantor bupati kita disambut dengan sekotak kue, hwaa alhamdulillah, dari seharian gak ketemu dengan makanan *lebayy*. Dari kabupaten pun kita dianter ke kecamatan Bayongbong. Di sana kita disambut perangkat kecamatannya, dan diantara kelompok yang lain, nyari angkot ke Desa Pamalayan ini syusaaah dan lama, pas udah dapat angkot huuuh, mahal kalee. Lebih murah ke Bandung lho daripada ke desa ini. kata bapaknya jalurnya itu ekstrim, makanya dia minta mahal, setelah tawar menawar dan deal dengan harga 100rbu, kita cuus ke desa yang didahului dengan mengisi bensin mobil dan bensin buat perut kita tentunya. Hohoo kata bapaknya angkot narik Cuma sampai jam 6 sore aja, kalo malem adanya mobil ‘preman’ . kita melongo, heuh kata bapaknya mobil preman itu mobil berplat hitam alias mobil pribadi. Hadeeh, kan srem juga  bapak, kirain banyak preman yang berkeliaran paak. Hosh, bener-bener cus ke desa, kita ditunggu di bala desa katanya. Bismillah, sejuknya angin malam *yang selalu aku menyukainya* ditambah liat teman-teman sekelompokkuu yang masih semangat dengan segala candaan mereka yang diselipi dengan doa agar kita bisa langsung bisa istirahat sesampaiya disana. Ya Allah, pada awalnya jalan emang gak ekstrim menurutku tapi setelah beberapa waktu, nanjak banget berooh gak hanya itu jalannya bolong-bolong banget. Ditengah perjalanan yang amazing itu, si bapak minta istirahat, katanya mesinnya panas. Setelah istirahat bentar, jalan lagi lah. Dan ternyataban bocor, tidaaak. Itu ban benar-benar meletet, kempes pes pes. ‘turun dulu ya neng’ kata si bapak. Sambil menunggu bapaknya ganti, kita liatin bintang-bintang yang terang banget dan juga ngLiat sepotong kota Garut dari atas bukit *so sweetzz* pas udah selesai, kita naik tapi disuruh turun lagi *hahhaa* karena si mesin mobil gak bisa naik. Bapaknya melaju duluan dan meninggalkan kita ditengah kegelapan malam dan perut yang krucuk-krucuk *huhhuu*.
Pas udah nyampe balai desa, ketemu bapak sekdes kita dianter ke rumah bapak kades. Rumah bapak kades ada di ujung jalan, bagus rumahnya warnanya pink *hhahaa imut bgt dah pak*. Udah angkut-angkut barang eh ternyata itu bukan rumah yang kita tempati. Bapaknya belum menemukan rumah untuk kita. Kecewa lah jelas, kita udah ngasih tau dari siang tadi kalo hari ini mau dateng, tapi belum mencarikan rumah buat kita. Kasian banget liat wajah-wajah teman sekelompok yang capek. Tapi untunglah ada sodara bapak kadesnya yang minjemin rumahnya. Walaupun rumahnya belum jadi banget, ada satu kamar yang dikasihkan ke kita. Kamar mandi diluar yang hmm, kudu jaga-jaga buat ke kamar mandinya. Karena pintunya belum ke tutup pintu bgt, kotor dan belakang kita adalah sapi. Hmm,  ngLiat keadaan yang seperti ini, membuat aku lebih bersyukur dengan segala keadaan yang aku terima selama ini. Semua serba dengan kondisi yang buat aku nyaman.  Kondisi yang gak biasaku terima ini sebenarnya sedikit membuat aku pengen nangis, apalagi membaca koment-koment dari teman yang lain dari daerah lain, aku benar-benar pengen nangis *dan udah berkaca-kaca karenanya. Entah kenapa, rasa kangen, bingung dan juga keadaan yang jujur aku aku sedikit gak nyaman. Berpegang pada pesan dari murobbi aku “jaga aurat” dan aku harus menjaga izzahku sebagai seorang muslimah. Bismilaah, ini hanya kkp nok, mngkin nanti kamu akan mengahadapi kondisi yang jauh lebih gak nyaman.
dan alhamdulillah teman sekelompok membantuku buat menemukan sedikit kenyamanan di sini. semoga ukhuwah ini terjaga sampai akhir. dengan segala keanehan mereka.and we are Getterrrr team :D





KKP first day


Saturday, June 29, 2013

usaha bareng, hasil dinikmati bareng-bareng

hei, itukata-kata yang paling so sweet yang aku dengar setelah menikmati hasil kerja keras menanam caisim selama kurang lebih 6 bulan #tsaah
berawal dari sama-sama berada dalam matakuliah Tanaman Sayuran yang merupakan mata kuliah pilihan, berarti itu adalah mata kuliah yang kalian minati. dalam satu kelompok bersama orang-orang yang Subhanallah. kocak, serius, cekatan, rajin, cetar membahana, rame, seru, asik pokoknya kece lah.
setiap minggu mengolah lahan, melakukan pembibitan, merawat 'our babies (yang tiap minggu kita selalu cemas dengan perkembangan dan pertumbuhannya), memindahkannya tiap minggu dari tray ke lahan (yang lagi-lagi kita khawatir kalo kita memindahkannya terlalu cepat ke lahan), menyiramnya, membersihkan mereka dari gulma dan hama yang menyebalkan dan pada akhirnya kita harus menjual mereka semua *kejaaaam :D
ketika our babies udah cukup, kita melepaskannya ke yang membutuhkannya *red: ibu-ibu yang mau masak
mulai dari pilih-pilih, mencabutnya, mencucinya sampai packing pun kudu pakai perasaan  lho, biar mereka gak ngambek karena telah kita campakkan *ehh
dan saat-saat yang ditunggu pun tibaa, JUALAAAN
jualan kita pake strategi lho, diantaranya adalah, (jeng jengggg) ngasih diskon buat yang udah jadi pada penjualan pertama kita, ngasih kartu member, delivery order, namwarin lewat sms, maksa temen-temen terdekat kita buat beli sayur kita, promosi lewat fb, bbm, WA dan twitter,duet jualan dengan kelompok lagi dan yang paling sering dilakukan ya jualan door to door. tapi itu yang paling seru, merasakan jadi mbak-mbak sales yang nawarin barang di kampungku :p
kita ngGombal ke rumah rumah itu, dari perumahan A-Z *lebayy* tapi gombalan kita bukan gombalan biasa, misalnya nih ya "buk, mau beli sayur kita? ini organik lho buk, fresh dari lahan, gak pait kayak caisim yang biasanya, dipanen lebih muda biar manis kayak yang jual ini buk *ehh"
sampai-sampai ibuk-ibuk yang disitu hapal ama kitanya. kadang juga ada yang ngasih duit lebiiiiih banget, membeli sayur kita sampai 5 pack, ataupun dipuji-puji jadi mahasiwa yang kreatif yang nyari uang sendiri *terpaksa sih  :D
 emang sih harga yang kita tawarin mahal, 5000/250gram tapi ya Alhamdulillah lho dagangan kita selalu habis, dengan segala gombalan dan rayuan maut kita yang  berhasil meluluhkan hati pembeli #eaa (padahal kalo dibandingin dengan yang dijual di Giant ato Hypermart kita lebih murah bgt)
dan segala perjuangan kita yang door to door itu pun menghasilkan beberapa rupiah yang sangat lumayan membuat kita kenyang di Galuga restaurant yang tak lupa juga untuk berbagi dengan yang lain yang sayangnya sih gak semua personil kita dateng :(. hmm, menjadi suatu rasa tersendiri ketika bisa usaha bareng, nanem bareng, susah senang bareng dan hasilnya pun dinikmati bareng. Alhamdulillah

Terima kasih sangat buat teman-teman kelompok Caisim, kalian team yang hebat banget, bisa di ajak kerjasama yang serius sampek kerjasama yang hedon pun okeh banget :D
maaf yak kalo selama ini aku over bawel, walaupun perjuangan kita gak selancar jalan tol ditengah malam tapi berharap kita bisa usaha-usaha lain yang lebih kece lagi yang tentunya masih di dunia pertanian tercintaa
Sayang kalian so much, semoga ilmu kita bermanfaat buat orang buanyaaak
Caisim
Maju Terus Pantang Mundur, Ayeeeee!!!!!

Sunday, June 23, 2013

niuu bie in blog world :p

heu, akhirnya setelah bertahun-tahun tahu blog-blog an, punya blog juga :p
selamat datang dan selamat berkunjung di blog baru saya, baru di buat pada tanggal 21 juni 2013 *nyalain kembang api
sebenarnya kata-kata pembuka ini udah telat, tuh udah ada postingan yang kata teman ku berat kayak badan aku, hahaha
di blog ini aku pengen bercerita tentang ceritaku, biar gak cuma orang-orang itu aja yang dengerin ceritaku, biar kita bisa saling berbagi pengalaman dan cerita dan lain lain.
semoga bisa bermanfaat dan menghibur kalian semua
saling belajar dan berbagi untu semua
:)

ketika harga BBM (selalu) naik



Recently,sedang berkecamuk konflik yang sebenarnya sudah menjadi tradisi. Konflik itu timbulnya pro dan kontra atas kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Isu yang sebenarnya sudah terjadi dari beberapa bulan yang lalu, isu tersebut sudah seperti bubuk mesiu yang diberi sedikit percikan api, yang akan menjalar dengan cepat kemana-mana bahkan juga merembet kemana-mana. Pihak yang pro berpendapat bahwa jika subsidi dicabut sebagaian maka akan meringankan beban APBN negara yang mungkin sumber APBN tersebut dari menggali lubang hutang di tempat-tempat sumber uang. Sedangkan yang kontra berpendapat bahwa subsidi menjadi beban APBN negara merupakan omong kosong belaka. Melihat belanja pegawai pemerintah apalagi anggota perlente yang memang di rasional rakyat jelata ini gak nyata banget. Selain itu profesi lain orang-orang perlente yang biasa kita panggilnya koruptor. Ulalaaa hal itu menjadi penyakit yang ibaratnya gak ada obatnya buat mereka semua. Berawal dari tuntutan hidup mewah yang menjadi keharusan bin kewajiban mereka, korupsi pun oke aja dah asal bisa memenuhi nafsu mereka buat huru hara.
Pihak yang pro berpositif thinking bahwa dana subsidi itu dialihkan menjadi dana ‘keadilan sosial’ bagi rakyat yang mengisi negara ini. Dana itu bukan untuk hal-hal lain yang bukan untuk penggunaannya. Dana tersebut besar harapannya untuk menambahkan subsidi bagi pendidikan anak Indonesia yang kelak akan menjadi pengganti pembuat kebijakan kali ini. Dana tersebut akan digunakan untuk membantu biaya berobat bagi mereka yang kesulitan untuk sekedar beli obat cap warung depan rumah. Untuk para petani yang telah mengisi perut  kita dari ujung Sabang sampai ke Merauke, dari umur kita masih 0 tahun sampai sekarang ini. Hal itu tentu akan lebih bermanfaat ketimbang memberikan subsidi BBM yang notabenenya pemilik kendaraan cap luar negeri, yang pasti penghasilan mereka lebih dari untuk sekedar makan tiga kali sehari.
Pihak yang kontra tidak percaya dengan janji-janji pemerintah yang ibaratnya seperti jualan kacang goreng. Hanya berlalu saja. Pemerintah tidak banyak pembuktiannya. Padahal BBM telah berkali-kali dan berlipat-lipat naik harganya sejak jaman dahulu. Buktinya dana-dana yang dijanjikan untuk hal lain hanya berlalu dengan elegannya. Pemerintah menaikkan harga BBM otomatis menaikkan tingkat kesengsaraan rakyat kecil. Oke aja buat mereka yang punya pohon duit, lha yang gak punya ini?. Kenaikan harga BBM ini tentu akan berakibat melambungnya harga-harga yang lain baik pangan maupun tingkat industri karena BBM merupakan salah satu input produksi yang memakan biaya besar. Apalagi jika kenaikannya disaat-saat ini, maka biaya anak-anak masuk sekolah, puasa dan lebaran pun mendekat yang otomatis akan lebih tinggi lagi naiknya. Tanpa kenaikan BBM pun, pada momen-momen ini harga serasa diujung menara Eifel yang susah dijangkau. Apalagi dengan bantuan langsung tunai yang entah apa nama barunya sekarang, yang banyak tidak tepat sasaran dan justru akan membuat masyarakat semakin malas.
Well, kalaupun hal itu benar-benar terjadi(dan udah terjadi) tugas yang amat penting sekarang adalah mengawasi kemanakah uang subsidi yang seharusnya untuk BBM. Agar kesalahan-kesalahan yang telah lalu tidak terulang kembali. Agar subsidi itu benar-benar untuk mereka yang benar-benar amat membutuhkan, tidak semua orang hidup seperti anda wahai bapak-bapak yang duduk di parlemen. Mungkin jika anda lihat dibelakang rumah anda mungkin mereka makan sehari sekali aja udah ih wow banget. Semoga keputusan-keputusan yang diambil sebelumnya mengucap Bismillah dahulu yang diiringi dengan niat demi kepentingan rakyat banyak, demi perut dan kehidupan yang menjanjikan.
Jayalah Negeriku Jayalah