hihi dari judulnya aja keliatan
postingan ini isinya gak tau apa'an
mengikuti jemari yang menari-nari di atas keyboard putih yang udah mulai memudar warnanya
yang seharusnya jemari ini mengetikkan di word dengan nama filenya "skripsi Martika Andhini'
tapi ah sudah lah, mengingatnya hanya menambah luka di hati semakin lebar, bahkan minum betadine pun sepertinya tak akan menyembuhkan luka itu
yaah padahal pengen curhat lebih banyak lagi, tapi tapiiiii ada sms yang mengharuskan aku beranjak dari tempat nyaman ini
perpus Agh yang adem plus internet yang kenceng
13.50 WIB
29 Oktober 2014
:)
Tuesday, October 28, 2014
Wednesday, August 13, 2014
sebuah cerita dari danau lumpur di Sidoarjo
"kamu asalnya dari mana dhin?"
"Sidoarjo"
"yang lumpur Lapindo itu? rumahmu kena gak?"
dengan poker face akupun menjawab "Alhamdulillah gak kok"
itu pertanyaan yang selalu dan selalu ketika teman menanyakan asalku
Yupp, Sidoarjo selama 8 tahun terakhir ini menjadi sangat terkenal, bukan karena petisnya ataupun bandeng prestonya ataupun lontong kupangnya tetapi karena Lumpur Lapindonya.
hmm, for your information guys, selama ini aku belum pernah melihat secara langsung tuh danau dadakan itu,but akhirnya pada hari Senin, 4 Agustus 2014 kakak aku mengajak ke sana. aku sih ayo ayo aja.
dari kolam penampungan itu kami meneruskan penelusuran ke pusat semburan #tsaah. Angin kenceng plus jalan yang labil bikin dan juga di tepi lembur bikin nyetir kudu ati2. oh iyak jangan lupa pake masker yak, biar baunya gak bikin mabok :)
dan di tengah perjalanan, kita melihat 'something' dari kejauhan
"Sidoarjo"
"yang lumpur Lapindo itu? rumahmu kena gak?"
dengan poker face akupun menjawab "Alhamdulillah gak kok"
itu pertanyaan yang selalu dan selalu ketika teman menanyakan asalku
Yupp, Sidoarjo selama 8 tahun terakhir ini menjadi sangat terkenal, bukan karena petisnya ataupun bandeng prestonya ataupun lontong kupangnya tetapi karena Lumpur Lapindonya.
hmm, for your information guys, selama ini aku belum pernah melihat secara langsung tuh danau dadakan itu,but akhirnya pada hari Senin, 4 Agustus 2014 kakak aku mengajak ke sana. aku sih ayo ayo aja.
dan berangkatlah kita ke sana, perjalanan dari rumah ku ke pusat semburan itu kurang lebih 45 menit aja.
pas udah nyampe sana, gak percaya aja kalo di balik "bukit" itu ada lautan lumpur. Sebelum sampai ke atas 'bukit itu' kita dihadang oleh seorang bapak yang meminta uang masuk. Awalnya kaget juga, rasanya seperti di palak, beuuh tapi ya mudah-mudah an bapak bapak itu merupakan korban dari lumpur lapindo, biar uangnya bener-bener termanfaatkan dengan baik #tsaah
| ini nih pemandangan yang akan menyambut kalian |
nah, begitu sampai di atas tanggul, kami melihat aliran lumpur yang menuju ke kolam penampungan yang berada di sebelah tanggul, lumpurnya hitam dan bau busuk hahaa. dan yang di tengah itu lumpur yang udah mengering, mungkin udah saking lamanya kali yaa.
| bahkan bangunan itu tinggal rangka atapnya yg melambai-lambai |
| ini kolam penampungan yg menjadi muara aliran lumpur itu |
untuk berkeliling ke wisata lumpur ini, kudu naik motor ataupun sepeda, mobil tidak bisa naik ke tanggul yang tingginya 5 meter lebih itu. kalaupun gak ada motor, bisa naik ojek yang entah berapa harganya. yang uniknya di spot spot tertentu ada pangkalan ojek dan penjual DVD yang menceritakan tentang awal awal semburan. dari pinggiran kolam penampungan itu, bisa iat kepulan asap dari pusat semburan lumpur itu.
| ini nih spot pengakalan ojek+warung+penjual DVD :D |
dan di tengah perjalanan, kita melihat 'something' dari kejauhan
| ini dia 'something'nya |
dan ternyata itu adalah sekumpulan patung yang sedang 'protes' . Patung itu dibuat oleh seorang seniman yang prihatin atas penderitaan korban lumpur lapindo yang belum mendapat ganti rugi atas lahan mereka yang udah dan terancam kena luberan lumpur. patung-patung tersebut membawa barang-barang mewakili 'harta' mereka yang hilang seperti sekolah, masjid, pekerjaan, rumah dan lain sebagainya. Patung itu awalnya tidak terendam seperti itu, tapi ternyata lumpur meluber lagi dan menodai patung-patun itu. Konon katanya, patung-patung itu dibuat untuk memperingati 8 tahun semburan lumpur pada 29 Mei lalu.
dan perjalanan pun masih berlanjut menuju pusat semburan lumpur, kitapun memutar jauuuh, masih dibelai angin kencang yang sejuk kita pun meluncur ke pusat sanah. Tapi ditengah jalan, kita dihadapkan dengan bapak-bapak lagi
'mbak, tiket masuknya"
"lha, kita udah bayar pak di sana" (sambil nunjuk-nunjuk)
"ini udah beda desa mbak, jadi ya bayar lagi"
ngek ngok
"ini udah beda desa mbak, jadi ya bayar lagi"
ngek ngok
dan perjalanan pun berakhir di sebuah ujung yang tidak mengantarkan kita ke pusat semburan, karena jalannya terputus aliran lumpur. aliran lumpur ini lebih pekat dari pada yang di awal naik ke 'bukitnya'
hanya bisa melihat asap yang mengepul dari pusatnya sana| itu pipa-pipa sisa pabrik sebelumnya |
perjalanan pun berakhir di ujung sana
memutar balik seraya berdoa agar segera selesai semua ini
karena bayangkan udah kayak apa tanah di bawah Sidoarjo ini, isinya sudah keluar semua
semoga semua ini berlalu dan tersimpan menjadi kenangan :)
Martika Andhini
di Pondok Assalamah, Dramaga, Bogor
14.53
13 Agustus 2014
13 Agustus 2014
Wednesday, July 23, 2014
nikmat berjilbab
Sekali lagi inginku ceritakan tentang indahnya hidupku
setelah aku mengenal agama Allah ini lebih dalam.
Suatu hari aku berjalan dari
depan istana Bogor menuju stasiun, jaraknya tidak begitu jauh jadi sayang aja
kalo aku harus naik angkutan umum. Dalam perjalanan itu aku merasa lapar,
maklum belum sarapan dan aku melihat ibu-ibu penjual nasi kuning dalam mika,
ibu itu juga menjual kue-kue kecil.ibu itu berjualan di depan gereja katedral
katolik. Dan akupun meminta ibu itu
ubtuk membungkus nasi kuning yang sepertinya lezat itu and you know what?!
“neng, jangan nasi yang itu, ada B2 nya”
“B2 itu apa buk?” sahutku yang lagi blank
“babi neng, kan neng
muslim keliatan dari bajunya, kalo bukan muslim mah gak ibu kasih tau”
DEG....
“trus yang lain ini gak ada babinya buk? Bekas masaknya?”
tanyaku penasaran
“gak neng, dibedain kok”
Akhirnya aku membeli makanan halal yang sesuai dengan
diriku.
Setelah membayar dan memngucapkan terima kasih aku pun
melanjtkan jalan ke tempat tujuanku/
Dalam perjalanan itu aku terus berpikir, betapa beruntungnya
aku ,gak terbayang apa yang aku makan jika pakaian ku tidak seperti ini, jika pake
baju yang minim bahan.
Betapa nikmatnya berjilbab tak terhitung kawan
Ceritaku ini hanya setitik dari begitu banyaak nikmat
berjilbab
Dengan berjilbab ini, aku sering mendapat perlakuan
istimewa, like a princess
sedih banget ketika mendengar berbagai kabar tentang seorang muslimah yang melepas jilbab, apakah mereka tak pernah merasakannya
merasakan nikmat-nikmat Allah ketika bersama jilbab?
merasakan nikmat-nikmat Allah ketika bersama jilbab?
bukankah amat teramat jelas di dalam Al-quran pun demikian
Monday, June 9, 2014
dalam dekapan tarbiyah
bismillah
setelah lama gak mengisinya
setelah lama gak mengisinya
Dalam Dekapan Tarbiyah
Sebuah kalimat yang mungkin sudah pernah orang lontarkan
sebelumnya
Bukan bermaksud Ashobiyah atas suatu harakah
Bukan juga bermaksud merendahkan harakah lainnya
Bukan juga bermaksud memaksakan kehendak
Tulisan ini aku buat karena merasa resah dengan lingkungan
sekitar yang mulai menjauh dengan yang namanya ‘belajar agama’
Kalau
dibandingkan dengan yang lain, mungkin usiaku di tarbiyah masih sangat amat
muda, baru 4 tahun aku benar2 dalam dekapannya. Pertama kali masuk kampus ini udah
disambut dengan semangat ‘mengkader’ dari senior2 terdahulu. Sampai pada
akhirnya aku masuk dalam sebuah lingkaran. Dalam lingkaran itu aku bertemu
dengan teman-teman yang mempunyai tujuan
yang sama, yaitu untuk belajar agama. Kata orang belajar agama bisa dimana
saja, yupp, aku mengamininya. Tapi kawan, di lingkaran baru itu aku merasakan
hal yang berbeda, kita terhubung antar satu dengan yang dengan sebuat tali
kasat mata, tali itu tali ikhuwah. Rasanya jika aku bertemu dengan mereka dalam
lingkaran itu, aku merasa semangat yang udah terkikis lambat laun mulai tumbuh
lagi. Dalam lingkaran itu pula, aku bebas mengekspresikan apa yang aku
gelisahkan selama ini, dan aku mendapat siraman ketenangan ketika berdiskusi
dengan mereka dan mentorku.
Sampai akhirnya
aku berganti Murabbi, karena aku ‘naik kelas’ . di dalam kelas ini, aku belajar
banyak tentang dakwah. Asing sekali itu teman, bukan kah dakwah untuk mereka
yang udah berilmu tinggi, sedangkan aku?? Hanya sebutir pupuk di pabrik pupuk.
Tapi, ternyata tidak kawan, berdakwah wajib buat semua muslim. Berdakwah bisa
lewat media apapun. Dan dilakukan siapapun.
dan ketika aku
udah lama mengenalnya bersama dengan saudari-saudariku itu, aku mendengar
langsung suatu kalimat yang cukup buat aku shock, kalo temenku gak mau masuk
lagi dalam lingkaran itu. Entah apa alasan utamanya yang membuatnya keluar dari
lingkaran indah ini, jika dia keluar lingkaran ini tapi dia tetep mencari ilmu
di tempat lain aku akan tetap mendukungnya. Tapi saudariku, kemanakah arahmu
jika udah keluar dari lingkaran indah ini??
walaupun masih terhitung baru di dalam dekapan tarbiyah ini, tapi aku susah buat melepasnya. Karena dalam dekapannya aku menemukan titik balikku, karena dalam dekapannya aku akan tetap merasa terjaga, aku memiliki saudari-saudari yangselalu mengingatkan aku di saat aku salah, di saat aku jatuh dan dalam dekapan tarbiyah aku merasa dibutuhkan dalam dakwah ini, pun hanya menjadi sebutir pasir untuk membangun bangunan Islam.
walaupun masih terhitung baru di dalam dekapan tarbiyah ini, tapi aku susah buat melepasnya. Karena dalam dekapannya aku menemukan titik balikku, karena dalam dekapannya aku akan tetap merasa terjaga, aku memiliki saudari-saudari yangselalu mengingatkan aku di saat aku salah, di saat aku jatuh dan dalam dekapan tarbiyah aku merasa dibutuhkan dalam dakwah ini, pun hanya menjadi sebutir pasir untuk membangun bangunan Islam.
Semoga
teruntuk saudari ku yang di sana, aku tetep sayang kamu, semoga walaupun kita
tidak berjumpa dalam lingkaran itu lagi, kita masih bisa berjabat tangan di
JannahNya kelak
Dalam Dekapan Tarbiyah ini.....
Dalam Dekapan Tarbiyah ini.....
Aku ingin bersama kalian
Sunday, January 12, 2014
speechless
dan seketika itu menetes lagi butiran itu dari mataku
mengalir begitu saja
seperti sebongkah es yang dipanaskan di atas perapian
perapian itu hanya datang dari status teman
yah, aku akui, aku iri, aku envy, aku ingin sperti dia
perapian itu hanya datang dari status teman
yah, aku akui, aku iri, aku envy, aku ingin sperti dia
aku teringat akan janji seorang sahabatku
yang mungkin udah bosan mendengar aku menangis
yang mungkin udah capek membaca pesanku tentang sosok itu
janji sahabatku yang akan menjemputku ketika aku pulang
kesanggupannya untuk menyambutku dari tanah rantau
membuat lelehan itu jatuh
janji sahabatku yang akan menjemputku ketika aku pulang
kesanggupannya untuk menyambutku dari tanah rantau
membuat lelehan itu jatuh
yang sebenarnya kawan
aku berharap sosok yang sering buat aku menangis itu
menyambut kedatanganku di peron stasiun
dengan sambutannya yang hangat
tetapi, aku merasa bersyukur atas perhatianmu kepada ku
terima kasih untuk kebesaran hatimu yang selalu ada buat aku
ANAA UHIBBUKI
Subscribe to:
Comments (Atom)

