Sunday, January 4, 2015

Ketika Allah memberikan kebaikan, di waktu yang sangat tepat untukmu my dear



Ini sedikit review tentang film Assalamualaikum Beijing, yang diangkat dari novel dengan judul yang sama karangan Asma Nadia. Beliau juga penullis beberapa best seller di Indonesia.
Semua berawal dari gagalnya pernikahan Asma (Revalina s. Temat), pernikahan itu gagal karena Dewa (Ibnu Jamil) mengkhianati asma dengan menghamili orang lain. Asma meminta Dewa mempertanggung Jawabkan perbuatannya. ‘Cinta itu menjaga, tergesa-gesa itu nafsu’
Dan akhirnya untuk mengobati sakit hatinya, asma ke beijing untuk melakukan liputan tentang kehidupan muslim di kota tersebut. Di sana dia ditemani sahabatnya, Sekar (Laudya Cintya Bella) dan suami sekar,Ridwan (Desta). Di sana dia berkeliling kota Beijing untuk menggali mengisi kolom yang dia kelola. Sampai suatu ketika dia naik bis, dan dia bertemu dengan Zhong Wen (Morgan oey). Asma mengingatkan Zhong Wen akan legenda Ashima yang terkenal di Negeri tirai Bambu itu. Dan berawal dari pertemuan itu, Zhong Wen tetap memanggil Asma dengan Ashima. Zhong Wen menjadi pemandu Asma selama di Beijing, dari situ mereka terlibat diskusi, pun tetang Agama.
Hingga suatu ketika, Asma sakit pembekuan darah yang membuat dia  harus kembali ke Indonesia. Dia pergi tanpa memberi tahu Zhong Wen kalau dia sedang sakit. Selama itu, Asma harus berjuang menghadapi serangan tiba2 dari penyakitnya. Penyakit itu membuat dia sering tiba-tiba pingsan, tiba-tiba dia buta, dia stroke, serangan jantung dan kata dokter dia pun sulit mendapat keturunan.
Suatu ketika, Ridwan pulang ke Indonesia untuk menyusul istrinya, Sekar yang sebelumnya sudah sampai ke Indonesia terlebih dahulu. Ridwan datang ke Indonesia bersama Zhong wen. Di saat yang bersamaan, Asma mengalami kebutaan sementara. Zhong Wen dan Dewa yang kebetulan ada di rumah Asma terkejut melihat keadaan Asma seperti itu. Sekar memberitahu kalau Zhong Wen ada di rumah Asma. Dia meminta Sekar untuk menunjukkan ke Zhong Wen. “Assalamualaikum Asma” sapa Zhong Wen. Subhanallah, Seketika itu air mata saya meluncur. Begitu indah salam itu. Tidak peduli dari mana[un kamu, tidak peduli apapun bahasamu, ketika bertemu dengan saudara seiman kita maka salam itulah yang menjadi salam pembuka yang indah.
Zhong Wen yang telah menjadi seorang muslim ingin menikahi Asma, dia menerima segala kekurangan kelebihan pada Asma. Masya allah, betapa bahagia dan beruntungnya Asma ketika dia menjadi perantara hidayah bagi Zhong Wen ke Jalan Cahaya ini J
                Allah benar-benar memberikan rencana yang terbaiknya. Dalam novelnya, saya membaca kalau    Dewa merasa kendur ketika mengetahui Asma sakit-sakitan seperti itu, dia gak bisa membayangkan menghabiskan sisa hidupnya untuk orang yang sakit.  Rencana Allah adalah rencana yang paling baik untuk hambanya.
                Allah is the best planner J

Tuesday, October 28, 2014

sekedar biar ada new post

hihi dari judulnya aja keliatan
postingan ini isinya gak tau apa'an
mengikuti jemari yang menari-nari di atas keyboard putih yang udah mulai memudar warnanya
yang seharusnya jemari ini mengetikkan di word dengan nama filenya "skripsi Martika Andhini'
tapi ah sudah lah, mengingatnya hanya menambah luka di hati semakin lebar, bahkan minum betadine pun sepertinya tak akan menyembuhkan luka itu

yaah padahal pengen curhat lebih banyak lagi, tapi tapiiiii ada sms yang mengharuskan aku beranjak dari tempat nyaman ini


perpus Agh yang adem plus internet yang kenceng
13.50 WIB
29 Oktober 2014
:)

Wednesday, August 13, 2014

sebuah cerita dari danau lumpur di Sidoarjo

"kamu asalnya dari mana dhin?"
"Sidoarjo"
"yang lumpur Lapindo itu? rumahmu kena gak?"
dengan poker face akupun menjawab "Alhamdulillah gak kok"


itu pertanyaan yang selalu dan selalu ketika teman menanyakan asalku
Yupp, Sidoarjo selama 8 tahun terakhir ini menjadi sangat terkenal, bukan karena petisnya ataupun bandeng prestonya ataupun lontong kupangnya tetapi karena Lumpur Lapindonya.
hmm, for your information guys, selama ini aku belum pernah melihat secara langsung tuh danau dadakan itu,but akhirnya pada hari Senin, 4 Agustus 2014 kakak aku mengajak ke sana. aku sih ayo ayo aja.
dan berangkatlah kita ke sana, perjalanan dari rumah ku ke pusat semburan itu kurang lebih 45 menit aja.
pas udah nyampe sana, gak percaya aja kalo di balik "bukit" itu ada lautan lumpur. Sebelum sampai ke atas 'bukit itu' kita dihadang oleh seorang bapak yang meminta uang masuk. Awalnya kaget juga, rasanya seperti di palak, beuuh tapi ya mudah-mudah an bapak bapak itu merupakan korban dari lumpur lapindo, biar uangnya bener-bener termanfaatkan dengan baik #tsaah

ini nih pemandangan yang akan menyambut kalian


nah, begitu sampai di atas tanggul, kami melihat aliran lumpur yang menuju ke kolam penampungan yang berada di sebelah tanggul, lumpurnya hitam dan bau busuk hahaa. dan yang di tengah itu lumpur yang udah mengering, mungkin udah saking lamanya kali yaa.

bahkan bangunan itu tinggal rangka atapnya yg melambai-lambai
ini kolam penampungan yg menjadi muara aliran lumpur itu
 
untuk berkeliling ke wisata lumpur ini, kudu naik motor ataupun sepeda, mobil tidak bisa naik ke tanggul yang tingginya 5 meter lebih itu. kalaupun gak ada motor, bisa naik ojek yang entah berapa harganya. yang uniknya di spot spot tertentu ada pangkalan ojek dan penjual DVD yang menceritakan tentang awal awal semburan. dari pinggiran kolam penampungan itu, bisa iat kepulan asap dari pusat semburan lumpur itu.
ini nih spot pengakalan ojek+warung+penjual DVD :D
dari kolam penampungan itu kami meneruskan penelusuran ke pusat semburan #tsaah. Angin kenceng plus jalan yang labil bikin dan juga di tepi lembur bikin nyetir kudu ati2. oh iyak jangan lupa pake masker yak, biar baunya gak bikin mabok :)

dan di tengah perjalanan, kita melihat 'something' dari kejauhan
ini dia 'something'nya
dan ternyata itu adalah sekumpulan patung yang sedang 'protes' . Patung itu dibuat oleh seorang seniman yang prihatin atas penderitaan korban lumpur lapindo yang belum mendapat ganti rugi atas lahan mereka yang udah dan terancam kena luberan lumpur. patung-patung tersebut membawa barang-barang mewakili 'harta' mereka yang hilang seperti sekolah, masjid, pekerjaan, rumah dan lain sebagainya. Patung itu awalnya tidak terendam seperti itu, tapi ternyata lumpur meluber lagi dan menodai patung-patun itu. Konon katanya, patung-patung itu dibuat untuk memperingati 8 tahun semburan lumpur pada 29 Mei lalu. 


dan perjalanan pun masih berlanjut menuju pusat semburan lumpur, kitapun memutar jauuuh, masih dibelai angin kencang yang sejuk kita pun meluncur ke pusat sanah. Tapi ditengah jalan, kita dihadapkan dengan bapak-bapak lagi
'mbak, tiket masuknya"
"lha, kita udah bayar pak di sana" (sambil nunjuk-nunjuk)
"ini udah beda desa mbak, jadi ya bayar lagi"
ngek ngok

dan perjalanan pun berakhir di sebuah ujung yang tidak mengantarkan kita ke pusat semburan, karena jalannya terputus aliran lumpur. aliran lumpur ini lebih pekat dari pada yang di awal naik ke 'bukitnya'
hanya bisa melihat asap yang mengepul dari pusatnya sana

itu pipa-pipa sisa pabrik sebelumnya

perjalanan pun  berakhir di ujung sana
memutar balik seraya berdoa agar segera selesai semua ini
karena bayangkan udah kayak apa tanah di bawah Sidoarjo ini, isinya sudah keluar semua
semoga semua ini berlalu dan tersimpan menjadi kenangan :)


Martika Andhini
di Pondok Assalamah, Dramaga, Bogor
14.53
13 Agustus 2014

Wednesday, July 23, 2014

nikmat berjilbab



Sekali lagi inginku ceritakan tentang indahnya hidupku setelah aku mengenal agama Allah ini lebih dalam.

Suatu hari aku berjalan dari depan istana Bogor menuju stasiun, jaraknya tidak begitu jauh jadi sayang aja kalo aku harus naik angkutan umum. Dalam perjalanan itu aku merasa lapar, maklum belum sarapan dan aku melihat ibu-ibu penjual nasi kuning dalam mika, ibu itu juga menjual kue-kue kecil.ibu itu berjualan di depan gereja katedral katolik.  Dan akupun meminta ibu itu ubtuk membungkus nasi kuning yang sepertinya lezat itu and you know what?!
“neng, jangan nasi yang itu, ada B2 nya”
“B2 itu apa buk?” sahutku yang lagi blank
“babi neng,  kan neng muslim keliatan dari bajunya, kalo bukan muslim mah gak ibu kasih tau”
DEG....
“trus yang lain ini gak ada babinya buk? Bekas masaknya?” tanyaku penasaran
“gak neng, dibedain kok”
Akhirnya aku membeli makanan halal yang sesuai dengan diriku.
Setelah membayar dan memngucapkan terima kasih aku pun melanjtkan jalan ke tempat tujuanku/
Dalam perjalanan itu aku terus berpikir, betapa beruntungnya aku ,gak terbayang apa yang aku makan jika pakaian ku tidak seperti ini, jika pake baju yang minim bahan.
Betapa nikmatnya berjilbab tak terhitung kawan
Ceritaku ini hanya setitik dari begitu banyaak nikmat berjilbab
Dengan berjilbab ini, aku sering mendapat perlakuan istimewa, like a princess

sedih banget ketika mendengar berbagai kabar tentang seorang muslimah yang melepas jilbab, apakah mereka tak pernah merasakannya
merasakan nikmat-nikmat Allah ketika bersama jilbab?
bukankah amat teramat jelas di dalam Al-quran pun demikian

Monday, June 9, 2014

dalam dekapan tarbiyah



bismillah
setelah lama gak mengisinya

Dalam Dekapan Tarbiyah
Sebuah kalimat yang mungkin sudah pernah orang lontarkan sebelumnya
Bukan bermaksud Ashobiyah atas suatu harakah
Bukan juga bermaksud merendahkan harakah lainnya
Bukan juga bermaksud memaksakan kehendak
Tulisan ini aku buat karena merasa resah dengan lingkungan sekitar yang mulai menjauh dengan yang namanya ‘belajar agama’

Kalau dibandingkan dengan yang lain, mungkin usiaku di tarbiyah masih sangat amat muda, baru 4 tahun aku benar2 dalam dekapannya. Pertama kali masuk kampus ini udah disambut dengan semangat ‘mengkader’ dari senior2 terdahulu. Sampai pada akhirnya aku masuk dalam sebuah lingkaran. Dalam lingkaran itu aku bertemu dengan teman-teman yang mempunyai  tujuan yang sama, yaitu untuk belajar agama. Kata orang belajar agama bisa dimana saja, yupp, aku mengamininya. Tapi kawan, di lingkaran baru itu aku merasakan hal yang berbeda, kita terhubung antar satu dengan yang dengan sebuat tali kasat mata, tali itu tali ikhuwah. Rasanya jika aku bertemu dengan mereka dalam lingkaran itu, aku merasa semangat yang udah terkikis lambat laun mulai tumbuh lagi. Dalam lingkaran itu pula, aku bebas mengekspresikan apa yang aku gelisahkan selama ini, dan aku mendapat siraman ketenangan ketika berdiskusi dengan mereka dan mentorku.
Sampai akhirnya aku berganti Murabbi, karena aku ‘naik kelas’ . di dalam kelas ini, aku belajar banyak tentang dakwah. Asing sekali itu teman, bukan kah dakwah untuk mereka yang udah berilmu tinggi, sedangkan aku?? Hanya sebutir pupuk di pabrik pupuk. Tapi, ternyata tidak kawan, berdakwah wajib buat semua muslim. Berdakwah bisa lewat media apapun. Dan dilakukan siapapun.
dan ketika aku udah lama mengenalnya bersama dengan saudari-saudariku itu, aku mendengar langsung suatu kalimat yang cukup buat aku shock, kalo temenku gak mau masuk lagi dalam lingkaran itu. Entah apa alasan utamanya yang membuatnya keluar dari lingkaran indah ini, jika dia keluar lingkaran ini tapi dia tetep mencari ilmu di tempat lain aku akan tetap mendukungnya. Tapi saudariku, kemanakah arahmu jika udah keluar dari lingkaran indah ini??
                walaupun masih terhitung baru di dalam dekapan tarbiyah ini, tapi aku susah buat melepasnya. Karena dalam dekapannya aku menemukan titik balikku, karena dalam dekapannya aku akan tetap merasa terjaga, aku memiliki saudari-saudari yangselalu mengingatkan aku di saat aku salah, di saat aku jatuh dan dalam dekapan tarbiyah aku merasa dibutuhkan dalam dakwah ini, pun hanya menjadi sebutir pasir untuk membangun bangunan Islam.
Semoga teruntuk saudari ku yang di sana, aku tetep sayang kamu, semoga walaupun kita tidak berjumpa dalam lingkaran itu lagi, kita masih bisa berjabat tangan di JannahNya kelak

Dalam Dekapan Tarbiyah ini.....
Aku ingin bersama kalian

 

Sunday, January 12, 2014

speechless



dan seketika itu menetes lagi butiran itu dari mataku
mengalir begitu saja
seperti sebongkah es yang dipanaskan di atas perapian
perapian itu hanya datang dari status teman
yah, aku akui, aku iri, aku envy, aku ingin sperti dia

aku teringat akan janji seorang sahabatku
yang mungkin udah bosan mendengar aku menangis
yang mungkin udah capek membaca pesanku tentang sosok itu
janji sahabatku yang akan menjemputku ketika aku pulang
kesanggupannya untuk menyambutku dari tanah rantau
membuat lelehan itu jatuh 

yang sebenarnya kawan
aku berharap sosok yang sering buat aku menangis itu
menyambut kedatanganku di peron stasiun
dengan sambutannya yang hangat

tetapi, aku merasa bersyukur atas perhatianmu kepada ku

terima kasih untuk kebesaran hatimu yang selalu ada buat aku
ANAA UHIBBUKI


Saturday, December 21, 2013

titip absen ituu...

wow, masa perkuliahan udah di ujung
mahasiswa tingkat akhir. semester terakhir kulia mayor
di semester akhir ini banyak merenungi kejadian-kejadian yang udah lama berlalu. mulai dari tingkat pertama sampai tingkat akhir ini.
salah satu fenomena yang masih aja menjadi pikiran, fenomena yang baru aku kenal di bangku perkuliahan ini, fenomena yang entah oleh siapa di anggap sebagai tradisi, tapi tradisi yang amat sangat menyesatkan
TITIP ABSEN atau yang biasa kita sebut TA.
 hebat ya, bisa duplikasi tanda tangan

bagi yang gak tahu, apa itu TA? emang seberapa menyesatkannya dia?
TA itu Titip Absen. di bangku perkulihan, bukan dosen yang mengisi atau mengecek daftar kehadiran kita. tapi kita sendiri yang mengisinya. Berkas absensi di edarkan ke seluruh kelas, sambil kita tanda tangan di kolom yang tersedia sebagai tanda bukti tanda kehadiran kita dalam kelas tersebut. lha celah ini lah banyak digunakan oleh TAers buat berbuat curang. mereka gak masuk kuliah, entah karena apa (mungkin mereka orang yang sangat sibuk bangeeet kali ya?) trus akhirnya dia menitipkan kedatangannya kepada teman yang bersedia berkorban buat dia. Kece badai dah, persahabatan yang indaaah *ketawa sinis

entah apa alasannya, yang dititipin ini mau ajaaa . . .
kok ya dia mau-maunya tiap kuliah di 'minta tolong' buat menghadirkan tanda tangan si sahabatnya itu. Padahal dia udah bersusah payah datang ke kelas, lari-lari kalo dosen udah datang, berusaha biar gak telat, tapi dengan ikhlasnya dia memberikan kehadiran temannya padahal orangnya gak ada.
Mungkin bagi beberapa orang ini merupakan hal yang sangat sepele. Tapi gak bagi aku. Justru dari hal kecil itulah awal dari hal-hal besar terjadi. Kejujuran kecil dan continue akan tertanam sampai kita lepas dari masa yang penuh dengan kenyamanan ini. Ketika ada yang berbicara seperti itu pun akan ada bilang bahwa kita orang yang sok suci.
Semoga saja, kita segera tersadarkan akan arti kejujuran. Kita emang bukan malaikat yang selalu tanpa dosa, tapi alangkah baiknya kita tidak mengulangi 

gak usah ngomongin pejabat-pejabat yang banyak korupsi kalo kalian absen aja masih nebeng orang lain,
gak usah banyak bacot soal pejabat yang gak becus kerja kalo kalian ujian aja masih lirik-lirik

jadi jangan heran jika nanti Indonesia jadi bobrok gara-gara banyak korupsi, lha wong yang mudanya aja juga udah suka korupsi kok